Annyeong all…..

Author soo yun comeback dengan “100 days” part 2. mudah-mudahan pada suka ya dengan jalan ceritanya.

Disclaimer : The cast belongs to God, The plot is mine!!*murni! SAY NO to PLAGIAT *krena plagiat itu dosa ya, ==’.  I HATE SIDERS jadi koment dan like ya, stidaknya meninggalkan jejak^^ *sbg wujud apresiasi trhadap FF ini, yang paling penting nih, NOOOOOO BASHHHIIINNNGGG!!! klu kamu gak suka cast2nya atau pairing2nya, gak usah dibaca ya,==’.

Oke de, kita mulai aja ya…

Main Cast : Sooyoung (SNSD), Kyuhyun (Super Junior), Siwon (Super Junior)

Other Cast : Sulli f(x), member SNSD and SuJu

Genre : Romance

PG : 13+

Author : choi soo yun a.k.a inez mooie prinses

Sebelumnya~

Sooyoung mendapat 3 permintaan dari jin yang ia temukan. Tapi, di permintaan ke 3 saat sooyoung meminta agar ia bisa bertemu dengan kyuhyun dan merubah penampilannya ada syarat dan konsekuensi yang harus dipenuhinya

“Bisa…bisa. Tapi…. ada konsekuensi yang harus kau bayar untuk permintaan yang ketiga ini.”

“konsekuensi?” tanyaku bingung

 

“ Ne, kau tau kan aku tidak bisa merubah begitu saja sesuatu yang sudah ada didirimu. Seperti tadi, membuatmu menjadi pintar atau yang satu ini, membuatmu terlihat lebih cantik. Aku hanya bisa merubah sesuatu yang di luar dirimu seperti kekayaan, kenikmatan atau hal lainnya yang  tidak merubah awalnya dirimu.” Katanya yang diikuti anggukan dariku.

“ terus??” tanyaku meminta penjelasan lebih.

“ ya…..ada syarat-syarat yang lumayan berat yang  harus kau ikuti agar permintaan itu terkabul.”kata jin itu sambil melipat tangannya.

“syarat??syarat apa??” tanyaku penasaran.

“ne, sebenarnya bukan semacam syarat lebih tepatnya sesuatu yang harus kau tahu sebelum aku mengabulkan permintaanmu yang ketiga ini,”

“hmm…apa itu??” tanyaku pada jin itu.

“oke, dengarkan aku. Yang pertama kau akan kuberi sebuah kalung dan selama masanya kau tidak boleh melepas kalung tersebut atau saat itu juga kau akan kembali seperti semula.”

“hmm….begitu ya. Tapi tadi kau bilang masanya? Apa maksudnya?”

“a….itu. ne, permintaanmu yang ketiga ini hanya berlangsung selama 100 hari.”

“apa yang terjadi setelah itu?apa aku akan kembali menjadi jelek?” tanyaku pada jin itu yang membuatku deg-degan karena tiba-tiba merasa tidak enak.

“hm…..tidak, tapi ini yang terberat. Kau akan……..”

“akan apa??” tanyaku penasaran.

“ kau akan mati…”

“apa! Mati! Apa maksudmu??? Aku akan meninggalkan dunia ini ketika hari ke seratus??”

“aduh……makanya jangan suka memotong omongan orang. Maksudku  ya…..kau memang akan mati….bukan, maksudku seakan-akan mati…tapi setelah itu kau hidup lagi….dan..”

“tuh kan, kalau begitu aku jadi hantu namanya..”

“ish…..dengarkan dulu kata-kataku. Oke?” katanya sambil menutup mulutku dengan telunjuknya dan aku hanya mengangguk.

“ya, kau akan hidup lagi,  kyuhyun akan menganggapmu sudah mati tapi kau sebenarnya tidak mati hanya saja kau tidak akan bisa mengingat siapa itu kyuhyun dan segala hal tentang dia, tidak akan pernah mengenalnya lagi bahkan jika kau mengenalnya lagi kau malah akan membencinya. Tapi, dirimu tidak akan kembali seperti semula ya…..maksudku kau akan tetap cantik. eotteoke ?? apa kau mengerti maksudku? Apa kau setuju dengan semua syarat yang kuberikan tadi? Dan apa kau siap untuk kehilangan kyuhyun tapi selama 100 hari itu kau slalu bersamanya atau kau tetap seperti ini mengaguminya tapi ia tidak mengenalmu?” tanyanya sambil mengangkat kedua alisnya. Aku pun bingung, aku tidak tau harus berkata apa. Aku tidak akan pernah melihat kyuhyun setelah hari keseratus jika aku menyetujuinya, tapi jika tidak…aku juga tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk mengenalnya.

“ hmm…….aku…aku tidak tau harus memilhnya atau tidak. Apa kau tidak mempunyai pilihan lain? Kenapa begitu rumit.” Kataku sedih dan hampir saja meneteskan air mataku.

“hmm….dengarkan aku sooyoung, aku tidak berharap kau memilihnya, hanya saja jika kau memilihnya mungkin kau memberikan kesempatan untuknya agar bisa mencintaimu dan mengenalmu walaupun pada akhirnya kau akan meninggalkannya dan kau akan merasakan sakit juga tapi setelah kau melewati 100 hari itu kau tidak akan merasakan sakit itu lagi. Tapi jika kau tidak memilihnya kau mungkin tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk mengenalnya, walaupun nantinya kalian satu sekolahan kau hanya bisa mengaguminya saja karena….ya..kau tau maksudku kan…penampilanmu….hmm….oh ya, dengarkan aku satu lagi yang penting. Kau tidak boleh menemui keluargamu selama 100 hari itu atau konsekuensi lain menantimu.” Katanya panjang lebar

“tidak boleh menemui keluargaku?? Lalu aku tinggal dimana selama  100 hari itu?? Dan alasan apa yang kuberikan pada eommaku dan yoedongsaengku ketika aku pergi??”

“ya….kau bisa tinggal di asrama sekolah dan bilang pada eommamu bahwa tidak ada satupun orang yang boleh datang untuk menjengukmu karena peraturan sekolah. Oh ya, aku juga akan terus mengawasimu selama 100 hari itu. eotteoke ?” katanya meyakinkanku. Akupun berpikir sejenak dan menjawab

“ baiklah, aku menerima semua syarat dan aturan itu,,” kataku mantap. Sepertinya  dangsinege banhaetsseumnida cho kyuhyun!.

“Oke! Sekarang lebbih baik kau tidur dan tunggu esok apa yang akan terjadi,” katanya lalu tiba-tiba menghilang. Aku pun tiba-tiba merasa sangat ngantuk sehingga aku langsung tertidur ketika kepalaku menempel di bantal. Aku hanya berharap esok tidak ada sesuatu hal yang buruk terjadi.

********************

*esoknya~*

“soooyoungg!!!! Cepat banguuunnn!!!! Kau harus pergi kepasar!!! Teriakan ammaku yang tiba-tiba langsung membangunkanku.

“ n….n..ne eomma, aku sudah bangun,”. Kepalaku begitu pusing dan tiba-tiba aku mengingat kembali kejadian semalam.

“aww, kepalaku pusing sekali. Kurasa aku jatuh dari tempat tidur tadi. Kejadian semalam………..akh! sepertinya itu hanya mimpi, mana mungkin ada jin dijaman secanggih ini. Tapi…. kenapa rasanya begitu nyata ya? Ish, aku ini kenapa masih memikirkan hal itu. sooyoung, kau itu harus menghadapi takdirmu yang seperti ini, jalani dengan semangat, dan mulai hari ini dengan semangat yang lebih dari hari semalam dan kau tidak boleh terus-terus menghayal seperti ini,,” kataku pada diriku sendiri sambil mengambil handuk dan bersiap-siap untuk mandi. Tapi, tiba-tiba…..

“Yaa..!!!! ya ampunn…. apa yang terjadi pada wajahku..?? kenapa…eh tapi aku jadi kelihatan lebih cantik” aku terkaget-kaget melihat wajahku sendiri yang kelihatan lebih cantik. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kurasa aku tahu kenapa,

“ ini nggak mimpi kan??” kataku pada diriku sendiri sambil menepuk-nepuk pipiku

“ sooyoung…!! ada apa?? Apa yang terjadi kau tidak kenapa-napa kan??” ammaku sepertinya mendengar teriakanku. Ya ampun apa yang harus kukatakan pada ammaku tentang ini… “ a..anio eomma, nggak ada apa-apa kok. Cuma tadi ada kecoa,,”

~di meja makan~

Author’s POV

“eoni, apa kau tidak mau sarapan? Amma memasakkan resep bubur terbarunya dan rasanya enak sekali lho….” sulli memanggil-manggil sooyoung yang sedari tadi tidak keluar-luar dari kamarnya.

“soo, kau tida kenapa-napa kan?” tanya amma sooyoung pada anaknya itu. “ anio eomma, a..aku akan segera keluar” dan ketika sooyoung keluar…..

“tunggu soo! Wajahmu…..sepertinya wajahmu kelihatan lebih cantik. Apa kau baru saja melakukan oprasi plastik?” tanya amma sooyoung dengan raut wajah yang kaget plus tertawa kecil.

“eonni…. yaa!! Kau cantik sekali….kapan kau oprasi plastik? Ihh… kau tidak bilang-bilang pada yoedongsaengmu ini.eh, kau dapat dari mana uang untuk oprasi??” kata sulli bertubi-tubi pada eonninya sambil memegang-megangi wajah eonninya.

“ish…. kau ini apa-apaan sih sulli. Aku tidak melakukan oprasi apapun amma,sulli. Aku hanya……hanya memakai krim wajah baruku. Lagipula aku merasa wajahku biasa-biasa saja kok” kata sooyoung pada amma dan yoedongsaengnya.

“y..ya sudahlah lebih baik kita sarapan saja. Ayo!”

~setelah makan…~

“ soo, apa kau tahu apa yang terjadi tadi malam di belakang rumah kita? Eomma rasa ada sesuatu yang aneh, kenapa halaman kita jadi seperti itu??” tanya eomma sooyoung yang membuat sooyoung  bingung.

“maksudnya? Seperti itu bagaimana?” tanya sooyoung.

“lebih baik kau lihat sendiri apa yang terjadi pada halaman kita, menjadi sangat bagus. Apa kau yang membuat itu semua?”

“a..apa maksud amma, aku tidak melakukan apapun kok,,” kata sooyoung sambil berjalan menuju halaman belakang rumah.

Sooyoung’s POV

“ a..am..amma! kenapa menjadi seperti ini, siapa yang menanam  bunga-bunga ini? Dan kenapa hanya ditengah saja bunganya?” tiba-tiba aku teringat kejadian semalam. Aku ingat tempat jatuh benda itu tepat ditengah-tengah taman belakang kami.

“ eonni! Bagus banget ya bunganya….aku sempat berpikir bagaimana kalau kita menjual bunga-bunga ini? Pasti kita akan mendapat untung banyak sekali,,? Kata sulli yang ternyata sedari tadi di sini (baca:taman belakang) .

“ apa maksudmu? Biarkan saja bunga-bunga itu disitu, kalau kita mengambilnya taman kita akan jadi jelek nanti…”“sebenarnya itu mimpi atau memang kenyataan sih??” kataku dalam hati.

Ting-tung-ting-tung~ tiba-tiba bel rumah kami berbunyi. Aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi.

****************************

“ selamat pagi ahjumma, apa benar ini rumah saudari sooyoung-ssi??” kata seorang ahjussi pada eomma sooyoung. “ n..ne, dia anakku ada apa ahjussi, apa anakku membuat suatu masalah?”

“a..ada apa eomma? Siapa dia?” tanya sooyoung pada ammanya.

“ ehm… ahjussi ini anakku, apa yang dia telah perbuat? Biar aku saja yang menghukumnya jika dia telah membuat suatu masalah” kata amma sooyoung pada ahjussi itu.

“ hmm…tidak ahjuma, saya cuma ingin memberitahu bahwa saudari sooyoung-ssi telah memenangkan Grand Prize hadiah kuis majalah KLIK! *author bingung nyari nama majalah yang bgus, jadi asal de. Hehehe….^^\/*yang diundi tadi malam di TV. Apa saudari sooyoung-ssi tidak melihatnya?” kata ahjussi tersebut diikuti pertanyaan pada sooyoung.

“a..apa? hadiah? A… aku ingat a..aku pernah ikut kuis itu. i.iya aku ingat. Hm..semalam aku tidak melihatnya karena mati lampu, mungkin,,” kata sooyoung sambil senyum-senyum terpaksa.

“benarkah sooyoung? Hm… ahjussi, apa yang dimenangkan oleh anakku?” tanya amma sooyoung pada ahjussi itu.

“ oh ya, anak anda sangat beruntung. Ia memenangkan sebuah rumah seharga 1 milyar won ~besar amat ya 0_0~,lengkap dengan perabotannya. Dan tidak hanya itu sooyoung-ssi juga memenangkan uang tunai 1 milyar won lagi tanpa dipotong pajak pemenang, chukkae!!” kata ahjussi tersebut. Sooyoung dan ammanya hanya menganga tidak percaya.

“b..benarkah ahjussi? Apa tidak salah, 1 milyar?” tanya sooyoung tidak percaya.

“ya, benar sooyoung-ssi. Silahkan anda tanda tangani berkas ini sebagai tanda bahwa hadiah sudah diterima ” kata ahjussi itu sambil menyerahkan beberapa berkas pada sooyoung.

“n..ne ahjussi. Jeongmal gamsahamnida” setelah sooyoung menandatangani beberapa berkas ia diberi surat tanah / SHM atas rumah hadiah itu dan cek sebesar 1 milyar.

************************

“eomma! Benarkah ini??apa kita akan pindah kerumah besar ini? Ya ampun…mimpi apa kita semalam..,,” kata sulli yang terkagum-kagum melihat gambar rumah yang bakal di tempatinya.

“ne, beres-bereskanlah barang-barangmu yang akan kau bawa kerumah itu. Kita akan pindah sabtu ini.” Kata amma pada sulli yang diikuti anggukan sulli, sedangkan sooyoung hanya melamun memikirkan apa yang terjadi padanya sejak ia bangun tidur tadi pagi.

“ya ampun, sepertinya yang semalam itu benar-benar bukan mimpi, aku tidak bermimpi. Tapi, dimana jin itu? Seingatku ia berkata akan terus disampingku selama 100 hari ini” kata sooyoung dalam hati.

“eh soo, bereskan barang-barangmu yang menurutmu penting untuk dibawa. Jangan hanya melamun saja..” kata amma sooyoung pada sooyoung dan sooyoung hanya menganggukan kepalanya. Tapi, saat beres-beres…..

Ting-tung-ting-tung~ tiba-tiba bel rumah sooyoung berbunyi lagi. Saat pintu di buka ada seorang ahjussi sudah berdiri didepan pintu dengan setelan jas yang rapi.

“ permisi ahjussi, ada yang bisa dibantu?” tanya sulli yang membukakan pintunya.

“hmm…saya ingin bertemu dengan sooyoung-ssi, apa ia ada ditempat?”kata ahjussi itu pada sulli.

“ne, ia ada dirumah. Sebentar ya ahjussi saya panggilkan sooyoungnya”kata sulli sambil menuju kamar sooyoung yang lagi beres-beres.

~di kamar sooyoung..~

“eonni….ada ahjussi yang sedang mencarimu tuh didepan. Apa kau memenangkan kuis lagi eonni??” tanya sulli pada eonninya.

“waeyo? Ahjussi? Hmm…aku rasa aku tidak ikut kuis apa-apa lagi. Ayo kita temui ahjussi itu” kata sooyoung sambil menuju pintu depan rumahnya.

~di depan pintu~

“permisi ahjussi, sooyoung imnida, ada yang bisa saya bantu?” tanya sooyoung pada ahjussi itu.

“oh, saya lee jong hyun. Saya dari Haesin International High School, saya hanya ingin menawarkan sooyoung-ssi untuk bersekolah di Haesin International High School karena kepala sekolah melihat berkas anda di sekolah dan telah melihat prestasi anda. Untuk itu kepala sekolah mencoba menawarkan kembali beasiswa untuk anda agar bersekolah di Haesin International High School, saya harap anda dapat menyanggupi permintaan kepala sekolah,,” kata ahjussi itu panjang lebar sambil membungkukkan badannya 90 drajat.

“b..benarkah?? s..saya tentu sangat berharap bisa bersekolah di situ seandainya di izinkan kembali. Gamsahamnida ahjussi…”

“eonni kau benar-benar beruntung,,” kata sulli pada eonninya.

“ada apa ini sooyoung,sulli?” tiba-tiba amma sooyoung datang.

“aa… eomma, eonni menang, eh maksudku dapat tawaran sekolah di Haesin Internasional High School!!” kata sulli dengan antusias pada ammanya.

“benarkah? A.. gamsahamnida ahjussi.., jeongmal gamsahamnida….” kata amma sooyoung sambil membungkukan badannya 90 drajat.

“a…jangan berterima kasih pada saya ahjumma, saya hanya menjalankan tugas saya saja. Oh ya, saya juga mau sekalian menjemput sooyoung-ssi untuk tinggal di asrama sekolah,,” kata ahjussi pada eomma sooyoung.

“ wae? Tinggal di asrama? Apakah diharuskan? Apa tidak bisa tinggal dirumah sendiri?”

“anio ahjuma, ini ketetapan sekolah. Tapi, ahjuma tenang saja sooyoung-ssi tetap bisa pulang kerumah saat libur sekolah. Lagipula sooyoung-ssi ini kan langsung masuk ke kelas 3 jadi…kira-kira 3 bulan lagi ia sudah akan lulus. Jadi, ahjumma tidak perlu khawatir.”

“benarkah? Baiklah ahjussi, saya juga akan segera pindah dari sini, saya hanya berharap ahjussi bisa menjaga  anak saya dengan baik. Sooyoung barang-barangmu sudah selesai kau bereskan kan? Langsung saja kau turunkan untuk dibawa ke asramamu, jaga baik-baik dirimu disana dan belajar yang benar ya.” Kata amma sooyoung sambil berlinang air mata.

“amma…………..” sooyoungpun memeluk ammanya diikuti sulli dan mereka menangis bersama-sama.menangis bahagia.

“eonni….jaga dirimu baik-baik ya, bogoshipo saramimnida eonni,,” kata sulli pada eonninya yang sudah ada didalam mobil.

“baiklah  ahjumma, saya permisii dulu ya… annyeong hi gyeseyo,” kata ahjussi pada amma sooyoung sambil membungkukan badannya 90 drajat dan diiikuti amma dan sulli juga.

“ bye-bye sulli…,amma….” kata sooyoung sambil melambaikan tangannya dan meneteskan air mata seakan-akan tidak ingin pergi.

“dah…eonni…..jaga dirimu ya…..kalau sudah lulus langsung pulang dan temui kami….” kata sulli yang diikuti anggukan sooyoung. Dan akhirnya mobil yang membawa sooyouung pun pergi menuju Haesin Internasional High School.

~di Haesin International High School *asrama*~

“ hmm…103……..104……105……106…..nah ini dia 107. Sooyoung-ssi ini kamarmu tempat kau akan tinggal, mari masuk,,” kata ahjussi yang menjemput sooyoung tadi.

“O…. ne ahjussi,”

“ wah…..besar sekali kamarnya, jauh dari yang ku bayangkan. Apa semua siswa mendapat kamar seperti ini ahjussi?”

“ne, semua siswa di Haesin International High School tinggal di kamar yang seperti ini. Hmm..oh ya, bagaimana perasaanmu setelah semua keinginanmu terwujud youngie??” tanya ahjussi itu pada sooyoung yang membuat sooyoung bingung.

Sooyoung’s POV

“ne, semua siswa di Haesin International High School tinggal di kamar yang seperti ini. Hmm..oh ya, bagaimana perasaanmu setelah semua keinginanmu terwujud youngie??” tanya ahjussi itu padaku yang membuatku bingung. Apa maksud ahjussi ini kenapa ia bertanya hal seperti itu?

“m…mwo ahjussi? Maksudnya?” tanyaku pada ahjussi itu.

“hahahhahahah…..sooyoung….sooyoung, kau tidak sadar…..” apa maksud ahjussi ini? Aku jadi tambah bingung. ~jrenG!!~ *tiba-tiba ahjussi tadi berubah menjadi jin yang  ditemui sooyoung*

“omo!! K..kau! jadi ahjussi tadi ternyata kau,,” kataku tidak percaya.

“ne youngie, kau tidak perlu kaget seperti itu, bukanya kau yang menginginkan ini semua. Eh, tapi Lee Jong Hyun yang tadi aku nyamar jadi dia itu beneran ada lho, jadi jangan jika tiba-tiba ada ahjussi itu kau berpikir kalau dia itu aku”

“hah! Kau ini selalu saja mengagetkanku. Oh ya, aku mulai sekolah besok pagi kan?” tanyaku pada jin itu. Walaupun aku merasa kesal, tapi aku harus berterimakasih padanya atas semua yang dia lakukan padaku.

“ne,kau bisa membereskan barang-barangmu. Eh, kau mau langsung bertemu dengannya?” tanya jin itu padaku. Apa? Siapa? Kyuhyun? Apa dia ada disini? Ya ampun…., ya ialah inikan sekolahnya, dasar sooyoung babo.

“em..wae? siapa? O….dia, apa dia ada disini?” tanyaku pada jin itu dengan wajah yang normal, padahal sebenarnya hatiku sangat senang mendengarnya.

“anio, dia sedang perjalanan menuju bandara. Ia dan 2 temannya akan menerima hadiah atas keberhasilan mereka dalam olimpiade minggu lalu di Jepang.” Kata jin itu yang membuatku jadi lemas tiba-tiba.

“kalau tahu gitu kenapa kau tanya aku mau bertemu dengannya-_-?” kataku pada jin itu dengan muka bete.

“ya sudah….,kita akan ke bandara juga.”

“mwo? Apa katamu? Kita kebandara?ngapain? a..aku masih blom siap bertemu dengannya…,” kataku kaget mendengar kata-kata jin itu.

“ish…dasar sooyoung pabo, sampai kapan blom siapnya? Ampe hari raya monyet? Ayolah…ikut saja denganku, akan kuatur semua,,”kata jin itu sambil menarik tanganku.

“eh,eh tapi..aduh…jin mau kau bawa kemana aku?ak..aduh..aku blom siap, eh..jin” kataku saat jin itu menarikku.

**********************

Author’s POV

Sebelum menuju bandara, jin itu berubah menjadi seorang wanita muda yang seolah-olah temannya sooyoung dan membawa sooyoung ke salon agar dia berpenampilan bagus sebelum kebandara. Sooyoung memakai gaun warna cream selutut  dan rambutnya di kucir kesamping *kayak di mv oh!*

~di airport…~

“aduh….kenapa aku harus berdandan seperti ini sih, aku risih jadinya….,lagipula ini kan bandara kenapa memakai gaun…..” kata sooyoung yang dari awal pergi sampai di bandara terus mengoceh pada jin itu.

“ya ampun sooyoung……,kau bisa tidak sekali saja berhenti mengoceh, aku pusing mendengarnya….ah! itu kyuhyun.”

“mwo! eodiseo? Mana kyuhyun?”

“hahahahaha…….sooyoung…sooyoung, ayolah….makanya jangan mengoceh terus,,”

“ish, kau ini. Aku mau pulang saja,,”

“eh youngie, ayolah…..aku hanya bercanda.Apa kau tidak mau bertemu dengan kyuhyun? Dia bakal lama lho di Jepang…..”kata jin itu untuk menghadang sooyoung. Sooyoung pun menghela napas dan sepertinya luluh dengan  kata-kata jin itu.

“hmm….baiklah, ayo kita masuk,,”*ceritanya masih didepan airport*

“gitu dong…., itu baru sooyoung yang ku kenal…”

*******************

Sooyoung dan jin yang berwujud wanita itu pun masuk kedalam bandara dan tidak lama setelah itu si jin melihat kyuhyun yang sedang menunggu keberangkatannya ke jepang kira-kira sejam lagi dan ia punya rencana bagus buat sooyoung.

“hmm….soo, aku pergi ke sana sebentar ya, mau beli minuman untukmuu dan aku. OK!”kata jin itu pada sooyoung.

“eh, emangnya jin bisa minum juga apa?”

“ya bisalah youngie…., ya sudah aku pergi dulu ya, bye……..”

“ish, dasar jin aneh,,tapi…kyuhyunnya mana ya dari tadi ga nampak-nampak. Apa udah berangkat ya??”

Sooyoung sibuk mencari kyuhyun sedangkan jin sengaja membuyarkan penglihatan sooyoung agar tidak dapat melihat kyuhyun walaupun kyuhyun duduk tidak jauh dari tempat sooyoung berdiri. Sooyoung melihat kyuhyun sebagai orang lain sehingga tidak mengenalinya. Ini dilakukan si jin dengan tujuan agar hanya kyuhyun yang melihat sooyoung. Dan…sepertinya cara jin itu berhasil. *jin : yaialah.. siapa dulu yang ngerencanai,,**author:woy ingat dong siapa yang ngarang..-_-‘**jin:mian thor,mian…**reader: we thor, ko malah ngobrol lanjutin nih..,,(kesel)**author:oke-oke,kita lanjut,,*

“ish…..si jin kemana sih, lama banget beli minum  aja. Ini lagi, kyuhyun kayaknya udah berangkat deh, hm..percuma aja uda dandan kayak gini….” kata sooyoung mulai sedih.

Mr. Taxi, Taxi, Taxi soutou jeukshi jeukshi jeukshi

Oitsukennai supiido de nee tsuite ko reru no…….

Tiba-tiba hp sooyoung berdering…,,

“yeobseo?”

“eh, sooyoung kau tunggu sebentar disitu ya. Aku lagi dikamar mandi nih mungkin agak lama, OK!”

Tut…tut…tut…..

“eh, tapi,jiinn.., ish dasar jin aneh, emang ada ya jin yang bisa buang air? Aneh-aneh saja.”kata sooyoung pada dirinya sendiri. Tiba-tiba ia melihat anak kecil menangis, sepertinya anak itu kehhilangan orang tuanya.

Sooyoung’s POV

“eh, tapi,jiinn.., ish dasar jin aneh, emang ada ya jin yang bisa buang air? Aneh-aneh saja.”kataku  pada diriku sendiri. Tiba-tiba aku melihat gadis kecil menangis, sepertinya anak itu kehilangan orang tuanya. Aku coba mendekati gadis kecil itu,,

“hei, gadis cantik, kok nangis sih….kenapa….mau kakak temani?”tanyaku pada gadis kecil itu

“hik..hik..hik…aku ditinggal ammaku eonni….”kata gadis itu.

“ho…..cup,cup,cup…jangan nangis ya…biar eonni yang temani kamu sampai ammamu datang ya… eh, kamu mau ini gak? Tapi..,janji gak nangis lagi ya…” aku menawari gadis kecil itu sebuah permen lolipop agar ia tidak menangis lagi dan cara itu ternyata berhasil.

Kyuhyun’s POV

“hmm…… siwon ama donghae kemana sih, katanya cuma pergi sebentar tapi ternyata lama banget… malah ditinggal sendirian lagi ama donghyun hyung (kakak panitia yang bawa kyuhyun dkk ke jepang),” kataku sambil menghela napas panjang. Aku pun melihat sekelilingku dan kulihat….. gadis cantik sedang berdiri tidak jauh dariku.

“siapa gadis cantik itu? Apa ia sedang menunggu seseorang?” tanyaku dalam hati. Eh, tapi kenapa aku malah melihatnya terus, nanti kalau ia lihat kesini…gawat jadinya*gawat knp?(author bingung)*

Dan ia…siapa anak kecil itu apa ia sudah menikah dan itu anaknya? Tapi wajahnya terlalu muda untuk seorang wanita yang sudah menikah dan punya anak sebesar itu. Kenapa datang ibu-ibu? Siapa ibu-ibu itu? Oh,ternyata ia ibu dari anak kecil itu. Berarti ia tadi menolong anak itu, sepertinya ia wanita yang baik *sangking keenakan nengoin sooyoung aja, kyuhyun gak nyadar dompetnya jatuh*

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Tunggu aja di next part, oke? ^^b.

Mian kalau ada yang gag ngerti jalan ceritanya, terutama bagian kyu POV. *saya pun ga ngerti ^^\/

Wah……………….part 2 selesai. Kyunya nongol juga akhirnya. Tapi, siwonnya blom nih mian……

Mian juga ya kalau jelek ff-nya. Mian juga karena jadwalnya postin gak sesuai…hehe, abis author lupa, keke~

Gomawo buat yang udah baca ff aku dan jangan lupa like n comentnya…..

Walaupun cuma 1 karakter yang terpenting coment ok!