Annyeong all…..

Aku kmbali dengan FF baru mudah-mudahan pada suka ya dengan jalan ceritanya.

I HATE SILENT READER! So, coment ya kalau udah selesai baca^^ and…

NO BASHING!! Jadi kalau kamu ga suka sama pairingnya atau cast2nya mending gag usah baca deh.*takut kena bash

Oke de, kita mulai aja ya…

Main cast : sooyoung (SNSD), Kyuhyun (Super Junior), Siwon (Super Junior), Yuri (SNSD)

Other cast: Yoona (SNSD)

Genre : friendship,romance

PG : 13 +

Author : choi soo yun  a.k.a inez

Tik-tik-tik-tik~ suara hujan rintik-rintik mulai terdengar ditelinga sooyoung dan lama kelamaan menjadi hujan yang sangat deras.

“ ish……..kenapa akhir-akhir ini selalu saja hujan  sih, bikin repot aja.” Kata sooyoung sambil melihat keluar jendela.

“soo, tugasmu belum selesai juga? Ini sudah jam 9 malam lho,,” kata seorang yoeja yang ternyata Yoona, teman kampus Sooyoung.

“oh, enggak kok, ini udah selesai tapi hujannya masih deras, aku lebih baik nunggu dulu sampai reda.” Kata sooyoung sambil tersenyum kepada yoona.

“o….okelah kalau begitu, aku pulang duluan ya. Taecyeon oppa udah menjemputku didepan, bye.” kata yoona sambil melambaikan tangannya.

Setelah menunggu selama 30 menit, sooyoung pun akhirnya gerah karena hujan yang tak reda-reda dan ia memutuskan untuk pulang, akhirnya. Tapi, sialnya ia tidak membawa payung

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“yaa!!! Ahjussi buka pagarnya..!! aku kehujanan nih,,” kata sooyoung pada satpam kampusnya.

“oh, sooyoung-ssi kau baru mau pulang? Aku pikir tidak ada lagi orang didalam. Ne, tunggu sebentar ya..” kata satpam itu sembari membukakan pagar untuk sooyoung.

“ya!! Ahjussi, gamsahamnida……” kata sooyoung sambil berlari dengan terburu-buru karena bajunya sudah lumayan basah. Untungnya ia memakai mantel tebalnya, jadi bajunya tidak terlalu basah.

*********************************

Sooyoung terus berlari menuju halte bis tempat ia biasa menunggu bis yang menuju arah rumahnya. Ya, ini keberangkatan bis yang terakhir, untungnya ia sampai duluan dihalte bis itu sebelum bis itu datang. Sesampainya dihalte, ia duduk menunggu bis datang sambil mengusap-usap mantelnya yang telah basah oleh air hujan. Lalu, ia melihat seorang namja, tepat beberapa jarak disampingnya. Namja itu terlihat seperti sedang tertidur bersender pada tiang halte di sudut tempat duduk.

“hah, ternyata masih ada juga yang menunggu bis malam-malam begini. Aku pikir hanya aku yang masih menunggu bis malam-malam begini di halte ini tiap harinya” kata sooyoung pada dirinya sendiri. Sesekali sooyoung meniup-niup tangannya agar membuatnya lebih hangat. Sesekali juga ia melihat namja disampingnya, bahkan lama-kelamaan ia menatap namja itu terus-menerus.

Sooyoung’s POV

‘kenapa namja ini tidak bangun-bangun, apa ia memang sedang menunggu bis?’ kataku dalam hati sambil terus memperhatikan namja yang berada beberapa jarak disampingku. Lama-lama aku mendekat dan sekarang namja itu tepat disampingku. Lalu aku memperhatikan wajah namja itu. Kulihat dalam-dalam, aku menemukan sosok kehangatan dalam dirinya. Dan lama-lama aku berpikir bahwa namja ini sangat tampan saat sedang tertidur dan aku berharap saat ini dunia berhenti sejenak agar bisa terus melihatnya seperti ini. Tidak berapa lama, akhirnya bis yang kutunggu-tunggu terlihat dari kejauhan menuju kearahku. Aku mencoba membangunkan namja itu hanya ingin memberitahu bahwa bis sudah datang karena ini bis terakhir yang akan berhenti dihalte ini.

“ mianhae ahjussi  ‘yak, kenapa aku memanggilnya dengan ahjussi?’, bisnya sudah datang.” Kataku pada namja itu tapi tidak direspon olehnya. Aku coba mengguncang badannya tapi ia tidak terbangun juga dan aku ambil kesimpulan bahwa namja ini pingsan bukan tertidur. Lalu aku coba memegang keningnya, ‘omo! Panas sekali badannya, ia pasti sudah lama menunggu disini, tangannya sangat dingin’ kataku dengan wajah sedikit panik. Kulihat bis makin mendekat dan….tidak ada pilihan lain aku harus membawanya. Tidak mungkin aku tinggalkan orang yang sedang pingsan ditengah cuaca yang sangat dingin seperti ini. Aku pun memapahnya kedalam bis dibantu oleh pak supir. Memang hari ini tidak ada orang di bis itu selain kami berdua. Di dalam bis aku lilitkan tubuhnya dengan selimut yang ada di dalam tasku, aku juga lilitkan syalku ke lehernya, bahkan di sepanjang perjalanan aku terus memeluknya berharap tubuhnya bisa kembali hangat.

Kulihat jam tanganku,waktu sudah menunjukkan pukul  11.30 dan akhirnya aku sampai didepan rumahku dengan napas tersengal-sengal karena sedang memapah seorang namja. Kubawa namja yang sama sekali belum kukenal ini kedalam kamarku dan ke rebahkkan badannya ke tempat tidaurku. Aku buka mantelnya yang basah terkena hujan, lalu aku balut tubuhnya dengan selimutku. Tak lupa aku mengompres dahinya dengan es agar badannya tidak panas lagi. Rasa kantukku tidak bisa kutahan lagi, akhirnya kuambil bantal yang ada disamping namja itu dan tidur di sofa panjang yang ada dikamarku itu.

*********************************

Normal POV

Keesokan harinya ~

Kring!!!!kring!!!!kring!!!!!

Alarm sooyoung yang dipasang tepat pukul 5 pagi pun berbunyi.

“klek!” sooyoung mematikan alarmnya

“omo! Aku masih sangat ngantuk…..,kenapa harus ada kuliah pagi sih hari ini…..” kata sooyoung dalam keadaan setengah sadar dan akhirnya……….

“gubrak!!” sooyoung terjatuh dari sofa yang ditidurinya.

“aww…….pake jatuh lagi, kenapa hidupku selalu sial tuhan……dan,,” kata-kata soo terhenti ketika melihat namja yang ditolongnya tadi malam,

“hm……..aku rasa aku tidak sesial itu.” Kata sooyoung dengan tersenyum kecil.

Sooyoung pun bergegas pergi kekamar mandi *tentunya mandi*, mengganti bajunya, dan menyisir rambutnya yang panjang lalu mengucirnya. Dilihatnya namja yang belum dikenalnya itu masih tertidur pulas. Lalu sooyoung memegang kening namja itu.

“hm……sudah tidak panas lagi, syukurlah.” Kata sooyoung.

“ceklek!” pintu kamar sooyoung terbuka, dan….

“omo! Soo siapa namja ini?! Kenapa kau membawa namja kerumah kita!” kata kwon yuri, eonnie sooyoung. Ya, mereka memang bukan saudari kandung. Setelah appa soo meninggal  7 tahun yang lalu dan tidak berapa lama setelah itu eomma soo menikah lagi dengan appa yuri, yang juga seorang duda yang ditinggal mati oleh istrinya. Tidak seperti saudara tiri lainnya, soo dan yuri sangat dekat sejak pertama kali bertemu dan mereka  tidak pernah bertengkar. Sayangnya, baru dua tahun pernikahan kedua orangtua mereka, keduanya terlibat dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang yang akhirnya merenggut nyawa keduanya. Soo dan yuri sangat terpukul saat itu. Keduanya hanya hidup berdua hingga saat ini dirumah yang lumayan besar peninggalan orangtua mereka. Eomma sooyoung adalah seorang yang kaya raya, sedangkan appa yuri tidak. Bahkan dulunya appa yuri bekerja diperusahaan appanya sooyoung. Hubungan kedua keluarga ini sangat dekat dan appa sooyoung sudah menganggap appa yuri sebagai saudaranya. Dan sebelum appa sooyoung meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya, appa sooyounglah yang membiayai sekolah yuri. Karena itu yuri pun sangat sayang dengan appa soo dan sudah menganggapnya appanya sendiri. Kini yuri yang melanjutkan perusahaan orangtua mereka dan sooyoung…..ia masih kuliah dan saat ini sudah semester akhir.

“stt…..!!! eonnie jangan teriak-teriak seperti itu dong………..!” kata sooyoung sembari menutup mulut yuri dan mendorongnya mundur keluar dari kamar.

“mhmhhmhmhmh….” kata yuri yang tidak jelas karena mulutnya ditutup oleh sooyoung.

“eonnie….akan aku jelaskan semua tapi eonnie harus tenang dulu. Ok?” kata sooyoung sambil mengintip kekamarnya melihat apakah namja itu terbangun karna teriakan eonni nya. Lalu yuripun mengangguk menandakan setuju.

“mhmmmmhhmhmh…” kata yuri lagi.

“ada apa lagi eonie??” kata sooyoung dan kali ini menatap eonnienya. Yuri pun menunjuk tangan sooyoung yang masih menutup mulutnya.

“a…….hehehe  sorry…sorry, aku lupa.” Kata soo sambil melepas tangannya dan menggaruk-garuk kepalanya  yang sebenarnya tidak gatal.

“jadi, sekarang jelaskan padaku siapa namja itu.” Kata yuri sambil melipat tangannya.

“hmm…….jadi gini eonni, semalam saat aku pulang kuliah aku melihat namja ini pingsan di hallte, dan dihalte itu tidak ada orang selain aku. Tidak mungkinkan aku meninggalkan seorang yang sedang sekarat di halte sendirian? Saat udara sangat dingin dan hujan deras.” Kata sooyoung panjang lebar.

“oh….begitu. jadi…..sekarang apa yang akan kau lakukan pada namja itu?” tanya yuri pada soo

“apa yang akan aku lakukan? Hm…..ya biarkan dia saat ini hingga sadar, lagipula badannya tidak panas lagi jadi tidak perlu kerumah sakit. Hari ini aku ada kuliah pagi jadi kalau namja itu sudah sadar bantulah ia ya. Aku mau memasakkan bubur untuknya dulu lalu aku akan pergi. Ok!”kata sooyoung sambil berjalan menuju dapur.

“e..eh, kenapa jadi eonniemu ini yang mengurus semuanya?” kata yuri yang berjalan dibelakang sooyoung.

“ya ampun eonnie….hanya bilang padanya apa kau sudah baikan? Lalu berikan bubur yang akan aku buat ini setelah itu ia akan menelpon keluarganya, dan……..selesai. ia akan pergi. Kalau aku hari ini tidak ada kuliah pagi pastinya aku yang akan mengurusnya” Kata sooyoung santai sambil mulai membuat bubur.

“hah? Kau pikir semudah itu? Aku……….hm………baiklah demi dongsaengku ini aku akan libur kerja untuk hari ini merawat namja yang telah ditolong dongsaengku ini yang sekarang sedang tidur dikamar dongsaengku. Puas?”  kata yuri sambil menghela napas.

“nah….itu baru eonnieku.” Kata sooyoung sambil terus memasak buburnya.

Tidak berapa lama sooyoungpun selesai membuat buburnya dan ia bergegas pergi kekampusnya. Tapi, di depan rumahnya….tiba-tiba muncul mobil dengan kecepatan tinggi dan……

Apa yang terjadi setelah itu pada sooyoung? Siapa namja yang ditolongnya itu? Lihat nanti di next part, oke! ^^

Gomawo buat yang udah baca ff aku dan jangan lupa like n comentnya…..

Walaupun cuma 1 karakter yang terpenting coment ok!